Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

November 6, 2014

Menambahan Static ARP Pada Mikrotik

Seperti yang tertulis pada artikel ini, menambahkan static ARP (Address Resolution Protocol) pada Mikrotik bertujuan untuk menghindari serangan jahat dari orang lain dalam dunia internet, baik itu dalam LAN ataupun WAN. Dengan teknik ini, kawan dapat membuat pertahanan dari serangan ARP poisoning ataupun spoofing.

Apakah itu serangan ARP poisoning atau spoofing ?

Kegiatan yang tidak baik diatas adalah melakukan pembajakan satu alamat IP dengan menyamar sebagai sebuah mac address pada ethernet card yang dipakai oleh IP tersebut, jadi si penyerang yang memakai teknik diatas dapat mengambil atau menggunakan IP Address yang bukan miliknya untuk melakukan koneksi ke internet, dan tentu saja hal tersebut mengakibatkan koneksi internet orang yang dibajak terputus ketika melakukan suatu komunikasi dengan gateway.

Salah satu software yang menggunakan teknik diatas adalah NETCUT, tujuannya selain iseng juga untuk mencari koneksi yang lebih cepat dari yang dimilikinya. Sebagian besar serangan ini memang ditujukan untuk IP yang didapat dari DHCP server, untuk itulah dengan membuat ARP menjadi static, diharapkan dapat menghambat serangan tersebut, oh ya ada juga beberapa orang yang memanfaatkan hal ini untuk sengaja memutuskan koneksi pemakai, misalnya pada sebuah lab ketika sedang melakukan ujian dan waktunya telah habis.

Pada tulisan ini akan kita bahas bagaimana memberikan static ARP pada Mikrotik Router, sebelumnya tentu kawan harus melihat dulu pada menu interface berapa mac address yang digunakan pada mikrotik yang dipakai sebagai gateway klien, syntaxnya :

[admin@mikrotik] > interface ethernet print
Flags: X - disabled, R - running
#NAME   MTU  MAC-ADDRESS        ARP
ether1 1500  00:00:00:00:00:00 enabled
ether2 1500  00:00:00:00:00:00 enabled
ether3 1500  00:E0:4C:69:13:DE enabled

Katakanlah interface ether3 adalah interface yang akan diberikan static ARP, tambahkan mac address diatas sesuai dengan interface dan IP yang kawan miliki, syntaxnya:

[admin@mikrotik] > ip arp add mac-address=00:E0:4C:69:13:DE
interface=ether3 address=xxx.xxx.xxx.xxx(sesuaikan IP Address)

Kawan juga bisa melakukannya lewat winbox, perhatikan gambar dibawah:

menambahkan static arp mikrotik

Setelah perintah diatas dilakukan, kawan dapat melihatnya pada menu IP ARP dan perhatikan tulisan didepan address, jika D melambangkan dynamic ARP, jika kosong itu adalah static ARP, syntaxnya:

[admin@mikrotik] > ip arp print interface=ether3 
Flags: X - disabled, I - invalid, H - DHCP, D - dynamic 
 #   ADDRESS         MAC-ADDRESS       INTERFACE
 0 D xxx.xxx.x.xx    00:00:00:00:00:00 ether3   
 1 D xxx.xxx.x.xx    00:00:00:00:00:00 ether3   
 2   xxx.xxx.x.xx    00:E0:4C:69:1D:32 ether3   
 3 D xxx.xxx.x.xx    00:00:00:00:00:00 ether3

Lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah, klik IP kemudian klik ARP:

menambahkan static arp mikrotik-1

Nah, jika sudah dapat dilihat seperti pada gambar ataupun syntax lewat terminal sheel, artinya kawan telah berhasil menambahkan Static ARP pada mikrotik router, silahkan kawan coba untuk interface yang dianggap rawan dari serangan orang-orang iseng

Terima kasih sudah mampir dan jangan ragu untuk berkomentar.
Read More...

February 25, 2014

Internet Redirect ke hao123-com - Mikrotik Router

Pernahkah kawan mengalami akses internet redirect ke hao123-com ketika salah mengetikkan sebuah domain ?

Bebarapa saat lalu seorang teman penulis bertanya, kenapa akses internet di tempatnya selalu redirect ke hao123-com, router yang digunakan kebetulan adalah mikrotik dengan RouterOS versi 5.18, penlis bertanya dari mana dia mendapatkan software RouterOS tersebut, ternyata itu adalah hasil download dari sebuah situs file sharing lengkap dengan key-nya, ternyata ada dua versi RouterOS 5.18 dan 5.20.

Karena penasaran penulis meminta kedua software tersebut dan menginstallnya di rumah, pertama yang dicoba adalah RouterOS versi 5.18, setelah selesai konfigurasi akses internet dan tidak terjadi masalah, kemudian tanpa sengaja penulis salah mengetik alamat gmail menjadi "gmaiiil.google.com", seketika traffic beralih ke situs id.hao123-com dengan alamat IP: 203.166.206.69, perhatikan gambar dibawah:

Internet Redirect ke id.hao123.com - Mikrotik Router

Ternyata itulah yang terjadi jika seseorang salah mengetikan sebuah domain, maka traffic akan beralih ke hao123-com, yang ternyata juga sudah menggunakan hosting di Indonesia, kemudian coba mengetikkan beberapa non eksis domain, misalnya hjdfksjfs.yahoo.com, traffic beralih ke situs yang disebutkan (hao123.com).

Kemudian penulis membuat filter drop kearah id.hao123-com, akses tetap beralih, tetapi sekarang masuk ke www.hao123-com dengan banyak tulisan China di dalamnya, memang hao123-com ini adalah milik dari search engine Baidu, China, perhatikan gambar dibawah:

Internet Redirect ke hao123-com - Mikrotik Router

Jadi Mikrotik tersebut memanfaatkan kesalahan pengetikan nama domain untuk mengalihkan traffic ke situs hao123-com di China, tujuannya adalah mendatangkan traffic secara paksa untuk kepentingan mereka, biasanya pada situs tersebut terdapat banyak malicious software ataupun adware yang dapat merusak sistem operasi ataupun mencuri data pribadi pengunjung.

Memang sekilas situs diatas terlihat seperti membantu dengan mengoleksi beberapa situs tujuan populer seperti google, youtube, facebook, twitter dan semacamnya pada satu halaman, apalagi yang berbahasa Indonesia terlihat seperti memudahkan para pemakai, namun sebetulnya situs itu adalah sebuah adware yang dapat menginstall malicious software secara otomatis pada komputer yang dipakai, jadi saran penulis sebaiknya menjauh-lah dari situs hao123.com

Selain pengalihan traffic Mikrotik RouterOS versi 5.18 dan versi 5.20 tersebut juga mendatangkan botnet dan bebearpa software adware seperti Baidu PC Faster, hao123 Firefox AddOn dan yang lainnya, yang kesemuanya mengganggu browser dan sistem operasi, ditambah dengan melakukan query yang tidak lazim ke arah Google, sehingga membuat search engine harus mengeluarkan verifikasi captcha untuk memastikan bahwa query yang dilakukan bukanlah robot.

Kesimpulan akhir yang didapat penulis adalah menjauh dari RouterOS bajakan, karena dapat disisipi apapun yang bisa menganggu jaringan kawan, oh ya license key yang digunakan oleh kedua versi RouterOS tersebut ternyata sama yaitu : W5EY-LHT9.

Dan jika diantara kawan ada yang menggunakan salah satu dari kedua versi yang disebutkan diatas, cobalah untuk mengakses non eksis domain dari yahoo dan google ataupun domain kawan sendiri, jika traffic redirect ke hao123-com segera ganti RouterOS dengan yang asli dan jangan melakukan restore konfigurasi dari hasil backup, buat konfigurasi ulang menggunakan Mikrotik yang baru.

Utuk kasus teman penulis, saya menyarankan untuk menggantinya dengan RB450-G dan hingga saat tulisan ini dibuat, akses internet di tempatnya tetap stabil tanpa gangguan seperti sebelumnya.

Demikianlah, Terima kasih.
Read More...

February 11, 2014

Mengatasi Netcut Pada Jaringan Menggunakan Mikrotik

Mengatasi Netcut Pada Jaringan Menggunakan Mikrotik
Netcut adalah sebuah software yang digunakan oleh seseorang untuk memutuskan (cutting) koneksi dari orang lain yang berada dalam satu jaringan, untuk kemudian menggunakan koneksi tersebut untuk dirinya sendiri.

Teknik pengambil-alihan koneksi seperti ini istilah kerennya disebut ARP poisoning, yaitu mengambil alih mac-address lain dalam jaringan dan menggunakannya sebagai mac-address si pemakai netcut (kloning) 

Hal ini sangat mengganggu, terutama jika kawan seorang admin jaringan, karena orang yang terkena serangan tersebut tidak bisa mengakses internet, otomatis sang admin akan kewalahan mencari kenapa hal tersebut bisa terjadi, repotnya lagi serangan ini tidak dapat di blok oleh firewall, karena memang berjalan dalam suatu jaringan (LAN) khususnya dengan metode DHCP, dengan kata lain, "ada orang dalam yang rusuh", hehehe... repot ya.

Serangan netcut biasanya terjadi dalam sebuah warnet atau RT/RW Net atau wifi network semacamnya, tapi baru-baru ini seorang kawan penulis mengalami hal tersebut dalam jarigan kantornya (wah-wah orang kantor ko iseng juga ya..)

Untuk itu dalam tulisan ini penulis ingin berbagi bagaimana mengatasi netcut pada jaringan menggunakan mikrotik, jika kawan melakukan pencarian melalui mesin pencari dan menemukan tulisan yang menyediakan script firewall untuk mengatasi masalah ini, penulis berpesan lebih baik tidak usah memakainya, karena itu akan menjadi hal yang percuma, lebih baik kawan mencoba hal-hal berikut.

1. Konfigurasi router mikrotik menggunakan PPPoE server dan PPPoE client untuk melakukan koneksi point to point dalam mendistibusikan IP Address dari DHCP server, dengan cara ini setiap pengguna hanya akan mengetahui antara dirinya dan router, jadi tidak bisa melihat orang lain disekelilingnya. Menurut penulis cara ini adalah cara yang paling ampuh dan tepat.

2. Ubah netmask pada DHCP-Server Networks menjadi 30 atau 32 bukan 24, ini akan membuat netmask menjadi 255.255.255.252 atau 255.255.255.255, artinya koneksi yang reachable hanya terjadi antara pengguna dan router sebagai gateway, setelah itu sebagai pilihan bisa dilakukan setting interface LAN menjadi reply-only, tentunya harus dibarengi dengan ceklist Add ARP for Leases pada DHCP-Server DHCP.

3. Menggunakan managable switch dengan mengaktifkan isolasi antar klien (antar IP Address) sehingga mereka tidak bisa saling berkomunikasi, ini juga dapat dilakukan untuk hotspot network yaitu dengan mengaktifkan wpa/wpa2 dan ceklist antar klien isolasi.

Cara yang paling tepat adalah cara pertama, cara kedua muncul karena dalam jaringan terlalu banyak yang harus diubah menjadi dial-up pppoe dan lebih merepotkan sang admin jaringan, karena itu sifatnya hanya mengakali dan membuat si pengguna netcut kesulitan dalam memboikot mac-address orang lain, sedangkan cara ketiga dirasakan lebih simpel terutama untuk hotspot.

Untuk kasus kawan penulis dikantornya, dia tidak bisa menggunakan cara pertama dan kedua, karena berbenturan dengan keperluan sharing printer dan sebagainya yang harus dikonfigurasi ulang, untuk itu disana dilakukan cara ketiga dan juga ditanam netcutkiller yang sewaktu-waktu dapat dijalankan jika dirasakan ada serangan netcut, yah cukup ampuh juga sih, begitu netcutkiller dijalankan akan menjadi serangan balik buat di pengguna netcut, dan mematikan aksesnya kedalam jaringan.

Bagaimana menginstall dan menjalankan netcutkiller? nantikan tulisan berikutnya, silahkan kunjungi link berikut: Menyerang Balik Pengguna Netcut.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan terima kasih.
Read More...

January 31, 2014

Membuat PPPoE Server Dengan Mikrotik

PPPoE  merupakan singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet yang merupakan protokol dalam jaringan untuk menghubungkan komunikasi antara dua buah titik jaringan atau dua buah port ethernet dengan model tunneling (terowongan) dan juga sebagai virtual dial-up dalam jaringan. Mikrotik adalah salah satu router yang mendukung konfigurasi pppoe server dan client, untuk itulah akan dituliskan pada artikel ini tentang bagaimana membuat pppoe server dengan mikrotik.

Kita akan menggunakan RB450-G dengan konfigurasi sebagai berikut:

ether1 sebagai WAN/public interface IP Address 192.168.210.2/24
ether2 sebagai LAN interface IP Address 172.24.0.1/24
IP Address pool untuk dhcp server 172.24.0.100-172.24.0.150
IP Address pool untuk pppoe server 10.15.15.100-10.15.15.150

Langkah pertama memberikan IP Address, gateway dan DNS:

ip address add address=192.168.210.2/24 interface=ether1
ip address add address=172.24.0.1/24 interface=ether2
ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.210.1
ip dns set servers=8.8.8.8,8.8.4.4 allow-remote-requests=yes

Jika kawan menggunakan winbox seperti pada gambar berikut:

Memberikan IP Address, Gateway dan DNS Mikrotik


Kemudian konfigurasi IP Pool dan DHCP server untuk memberikan IP bagi para pengguna sehingga mereka bisa terhubung dengan Mikrotik router ketika menggunakan pppoe koneksi.

ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.24.0.100-172.24.0.150
ip dhcp-server add name=dhcp-lan add-arp=yes disabled=no\
interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Untuk winbox perhatikan gambar berikut:

Mikrotik DHCP IP Pool
Mikrotik DHCP Server

Setelah itu buatlah IP pool untuk pppoe yang akan dipakai oleh para pengguna untuk koneksi ke Mikrotik:

ip pool add name=pppoe-pool ranges=10.15.15.100-10.15.15.150

Untuk konfigurasi menggunakan winbox caranya sama dengan membuat IP Pool untuk dhcp diatas, hanya kawan harus mengganti IP Address dengan range yang akan dipakai oleh pppoe-pool.

Konfigurasi  pppoe server pada mikrotik:

interface pppoe-server server add interface=ether2 \
max-mtu=1480 max-mru=1480 keepalive-timeout=disabled \
one-session-per-host=yes max-sessions=0 default-profile=default\
authentication=pap disabled=no

Membuat PPPoE Server Dengan Mikrotik

Buat profile untuk pppoe server untuk digunakan dalam IP pool pppoe yang kita buat sebelumnya:

ppp profile add name=my-profile local-address=10.15.15.1 \
remote-address=pppoe-pool dns-server=10.15.15.1

Mikrotik PPPoE Profile

Setelah itu untuk menghubungkan pengguna melalui pppoe koneksi yang telah kita siapkan, buatlah konfigurasi firewall NAT dengan action maquerade pada mikrotik:

ip firewall nat add chain=srcnat \
src-address-list=10.15.15.0/24 action=masquerade

Kini saatnya membuat sebuah user untuk tes koneksi melalui pppoe profile yang telah kita buat pada langkah-langkah diatas:

ppp secret add name=user-test password=pass-test service=pppoe \
profile=my-profile

Mikrotik PPPoE Secret Profile

Jika tidak ada kendala dalam melakukan testing koneksi atas user yang dibuat, berarti kawan telah berhasil untuk membuat PPPoE server dengan mikrotik.

Oh ya untuk melakukan tes tersebut, kawan harus membuat pppoe client pada komputer yang akan digunakan sebagai workstation dengan membuat dial-up networking connection, misalnya pada sistem operasi Windows hal tersebut bisa dilakukan melalui menu Network Connections.

Demikianlah, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan terima kasih.
Sumber: http://wiki.mikrotik.com/wiki/Creating_a_pppoe_server
Read More...

January 7, 2014

Konfigurasi Load Balancing Mikrotik Dengan 2 ISP, DHCP dan Static

Topologi Konfigurasi Load Balancing Mikrotik Dengan 2 ISP
Jika kawan mencari pada search engine, tentunya akan banyak ditemukan tulisan tentang konfigurasi Load Balancing Mikrotik dengan 2 ISP, Nah disini ane cuma bahas bagaimana melakukan konfigurasi tersebut jika ISP yang digunakan terdiri dari IP DHCP  seperti Speedy atau fastNET dan satunya lagi menggunakan IP Static.

Toplogi yang dipakai dala tulisan ini dapat dilihat seperi pada gambar disamping, Router yang digunakan adalah RB450-G dengan lima buah interface, kita asumsikan interface tersebut adalah eth1, eth2, eth3, eth4 dan eth5. masing-masing terkoneksi dengan network yang berbeda, konfigurasi IP Address detailnya adalah sebagai berikut:
ISP dengan IP static
eth1 : interface ke arah ISP 1, IP Address: 10.201.0.2/28, gateway: 10.201.0.1

ISP dengan IP dhcp
eth2 : interface ke arah ISP 2, IP DHCP Client: 10.200.0.112/24, gateway: 10.200.0.1
untuk menentukan IP Address dan gateway dhcp client kawan bisa melihatnya 
pada menu IP DHCP Client .

eth3 IP Address : 192.168.51.1/24  //untuk gateway klien yang melalui ISP 1
eth4 IP Address : 192.168.52.1/24  //untuk gateway klien yang melalui ISP 2
eth5 disabled.

1. Konfigurasi IP Address yang diperlukan:

/ip address
add address=10.201.0.2/28 network=10.201.0.0 interface=eth1 
add address=192.168.51.1/24 network=192.168.51.0 interface=eth3 disabled=no 
add address=192.168.52.1/24 network=192.168.52.0 interface=eth4 disabled=no
add interface=eth5 disabled=yes 

Catatan: untuk interface eth2 akan terupdate secara otomatis dari dhcp client

2. Konfigurasi NAT:

/ip firewall nat 
add  chain=srcnat action=masquerade src-address=192.168.51.0/24 
add  chain=srcnat action=masquerade src-address=192.168.52.0/24

3. Konfigurasi Mangle:

/ip firewall mangle
add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=via-isp1 passthrough=no\
src-address=192.168.51.0/24 in-interface=eth3
add chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=via-isp2 passthrough=no\
src-address=192.168.52.0/24 in-interface=eth4

4. Konfigurasi IP Routes dan IP Routes Rule

/ip route rule
add dst-address=10.200.0.0/28 action=lookup table=main 
add dst-address=10.201.0.0/28 action=lookup table=main 
add dst-address=192.168.51.0/24 action=lookup table=main 
add dst-address=192.168.52.0/24 action=lookup table=main 
add src-address=10.201.0.0/28 action=lookup table=via-isp1
add src-address=10.200.0.0/28 action=lookup table=via-isp2 
add routing-mark=via-isp1 action=lookup table=via-isp1 
add routing-mark=via-isp2 action=lookup table=via-isp2

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.201.0.1 check-gateway=ping distance=1\
scope=30 target-scope=10 routing-mark=via-isp1 
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.200.0.1 check-gateway=ping distance=1\
scope=30 target-scope=10 routing-mark=via-isp1 
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.201.0.1 check-gateway=ping distance=1\
scope=30 target-scope=10 routing-mark=via-isp2 
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.200.0.1 check-gateway=ping distance=1\
scope=30 target-scope=10 routing-mark=via-isp2 
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.201.0.1 check-gateway=ping distance=1\
scope=30 target-scope=10 

Seperti kawan lihat diatas pada konfigurasi  IP route ada routing yang memang tidak ditulis, yaitu routing yang berasal dari konfigurasi IP Address dan IP dhcp client, kenapa? karena biasanya itu akan muncul secara otomatis. Untuk itu sebelum menambahkan konfigurasi untuk IP route sebaiknya dicek dulu yang mana yang sudah ada dan yang mana yang belum ada.

Konfigurasi diatas juga bisa dilakukan melalui winbox, kawan tinggal sesuaikan saja perintah diatas dengan menu yang ada di winbox, untuk melihat bagaimana hasil akhir daripada ip route melalui winbox, perhatikan gambar berikut:

IP Route Konfigurasi Load Balancing Mikrotik Dengan 2 ISP

Bila dilihat pada gambar ada 2 warna pada IP Route menu yaitu hitam dan biru, jika warna hitam memberi arti bahwa routing yang aktif dan sedang digunakan oleh masing-masing subnet, warna biru merupakan routing static sebagai backup jika routing utama bermasalah.

Demikianlah konfigurasi load balancing mikrotik dengan 2 ISP, dhcp dan static. IP Address yang digunakan dalam tulisan ini hanyalah contoh, gunakanlah IP Address milik kawan untuk mencoba konfigurasi load balancing dengan mikrotik.

Tinggalkan komentar jika kawan medapatkan masalah dalam penerepannya, Terima kasih.
Read More...

September 4, 2013

Mikrotik Firewall Filter Syntax Dengan Router OS 5.18

mikrotik ip firewall
Mikrotik Firewall adalah salah paket software unruk security yang secara default sudah terinstall dalam Router Mikrotik, sama seperti firewall pada Windows, iptables pada Linux, ipf pada BSD family dan software sejenisnya, paket ini digunakan untuk keamanan akses.

Dalam Mikrotik, Firewall juga terdiri atas tabel Filter, NAT dan Mangle sama seperti jenis software firewall lainnya.

Pada tulisan ini penulis akan memberikan contoh syntax sederhana dengan menggunakan IP Firewall Filter tabel pada Mikrotik Router OS 5.18, tujuannya adalah untuk dapat memilih mana akses  yang dibiarkan lewat dan mana yang harus di blok.

[admin@Mikrotik] > /ip firewall filter

add chain=input connection-state=established action=accept comment="allow koneksi established"  
add chain=input connection-state=related action=accept comment="allow koneksi related"
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="blok/drop invalid koneksi" 
add chain=input protocol=icmp action=accept src-address=192.168.0.0/24 comment="allow ping ke router untuk ip src-address=192.168.0.0/24"
add chain=input protocol=icmp action=drop comment="blok ping"
add chain=input src-address=192.168.0.0/24 action=accept in-interface=ether3 (sesuaikan kondisi) 
add chain=input action=drop comment="blok semua yang kearah router" 

add chain=forward connection-state=established comment="allow koneksi established"  
add chain=forward connection-state=related comment="allow koneksi related"
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop koneksi invalid"

add chain=forward protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop 
add chain=MalwareVirus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop
add chain=MalwareVirus protocol=tcp dst-port=445 action=drop  

Pada contoh syntax diatas, secara default router mikrotik membuka semua port yang melewatinya (chain forward) dan blok akses ke arah dirinya kecuali untuk akses dari network 192.168.0.0/24 yang terhubung pada ether3 (kawan harus menyesuaikan kondisi ini dengan router yang dimiliki).

[admin@Mikrotik] > /ip firewall filter

add chain=forward action=accept protocol=tcp dst-port=25 comment="allow smtp koneksi"
add chain=forward action=accept protocol=udp dst-port=53 comment="allow request dns koneksi" 
add chain=forward action=accept protocol=tcp dst-port=80 comment="allow http koneksi" 
add chain=forward action=accept protocol=tcp dst-port=443 comment="allow https koneksi" 
add chain=forward protocol=icmp comment="allow ping"
add chain=forward action=drop comment="drop semua yang melewati router" 

Pada syntax diatas, mikrotik firewal menutup semua koneksi yang melewatinya secara default dan kemudian membukanya satu persatu sesuai dengan kebutuhan, di contohkan beberap port untuk akses email/smtp, dns, web/http dan https dibuka untuk keperluan klien dibelakang router mikrotik.

Jadi tinggal mengkondisikan syntax mana yang akan digunakan pada router mikrotik milik kawan sesuai dengan keperluan ataupun kebutuhan yang ada.

Demikianlah, tinggalkan komentar jika menghadapi kendala, Terima kasih.
Read More...

September 3, 2013

Filter Malware Site dan Pornography Menggunakan Mikrotik

Open DNS Block
Secara standar Mikrotik router tidak mempunyai fasiltas untuk filter malware site dan pornography atau semacamnya, namun dengan menggunakan ip firewall dan servis atau software dari pihak ketiga (third party software or service), hal tersebut dapat diterapkan.

Banyak pihak ketiga yang menyediakan kebutuhan diatas, diantaranya adalah:
- Dansguardian Web Content Filtering.
- Squid Guard
- Open DNS Content Filter
dan sebagainya.

Pada kesempatan ini, penulis akan memperlihatkan kepada kawan semua bagaimana melakukan filter malware site dan pornography dengan menggunakan Mikrotik router dan Open DNS FamilyShiled Adult Content Filter, yaitu services yang diberikan secara gratis oleh Open DNS dengan menggunakan IP Address mereka sebagai DNS komputer atau router kita.

Bagaimana cara mengkonfigurasinya?

Cukup sederhana, untuk komputer di rumah, kawan tinggal arahkan DNS ke IP Open DNS berikut:

208.67.222.123
208.67.220.123

Begitu juga jika kawan menggunakan router seperti Linksys atau TP-Link dan semacamnya, login ke dalam router dan ubah DNS dengan IP Address diatas.

Untuk menggunakannya pada Mikrotik router konsepnya sama, isikan pada IP DNS, alamat ip diatas kemudian redirect semua request dns dari arah klien ke IP Address Open DNS tersebut diatas, perhatikan gambar dibawah:

Mikrotik IP DNS

Setelah itu ketikkan perintah redirect untuk memaksa semua request dns yang melewati Mikrotik menggunakan IP Address Open DNS, perintahnya sebagai berikut:

[admin@Mikrotik] > /ip firewall nat    

add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=208.67.222.123 to-ports=53 \
protocol=udp src-address=xx.xx.xx.xx/xx in-interface=LAN dst-port=53 

add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=208.67.220.123 to-ports=53 \
protocol=udp src-address=xx.xx.xx.xx/xx in-interface=LAN dst-port=53

Dimana:
xx.xx.xx.xx/xx = IP Address LAN kawan.
LAN  = Ethernet Devices kawan (misal ether2)

Setelah semua konfigurasi selesai, silahkan coba akses kesalah satu malware site dan pornography yang kawan tahu, akses akan diarahklan ke halaman OPEN DNS seperti gambar diatas.

Demikianlah, jika menghadapi kendala tinggalkan komentar, Terima kasih.
Read More...

Solusi Untuk Remote Mikrotik Router Yang Menggunakan 2 Gateway

remote mikrotik router
Penggunaan dua (2) gateway pada Mikrotik sebetulnya berhubungan dengan router load balancing juga, dan lebih tepatnya adalah untuk remote administrasi Mikrotik dari public internet, bisa juga diterapkan pada intranet dengan simulasi menggunakan ip private seperti yang akan penulis bahas pada tulisan ini.

Jadi jika kawan menggunakan 2 gateway dan memisahkan traffic dari lokal intranet dengan network ISP yang berbeda, tentunya akan dihadapkan dengan masalah remote untuk login ke mikrotik, begitu mungkin kata lainnya.

Diasumsikan disini router Mikrotik sudah berjalan baik dengan memakai dua ISP yang berbeda, namun terkendala dengan remote login untuk administrasi router dari rumah ataupun tempat di mana akses internet mudah didapat. Topologi terlihat seperti pada gambar diatas, dengan kondisi sebagai berikut:

ether1 ---> ip address 10.22.16.2
                  netmask 255.255.255.240
                  gateway 10.22.16.1

ether2 ---> ip address 172.16.29.2
                  netmask 255.255.255.240
                  gateway 172.16.29.1

Pada Mikrotik Router terpasang dua gateway, yaitu 10.22.16.1 pada ehter1 dan 172.16.29.1 pada ether2, untuk akses dari LAN menuju internet lancar dan tidak bermasalah, namun saya mendapatkan problem ketika ingin me-remote router dari luar, IP Address pada device tidak dapat terkoneksi (unreachable), dengan kata lain saya tidak bisa melakukan remote login dari public internet, kendala ini memang wajar karena router menjadi accessible di kedua interfacesnya (bingung mau masuk lewat interfaces yang mana).

Begitu juga jika saya ping dari Mikrotik router ke salah satu gateway, pesan request time out muncul yang menandakan seolah-olah tidak terjadi koneksi antara router dan gateway ISP.

Untuk mengatasi  masalah tersebut buatlah ip rule sebagai berikut:

/ip route rule

add dst-address=10.22.16.0/28 action=lookup table=main
add dst-address=172.16.29.0/28 action=lookup table=main
add dst-address=xx.xx.xx.xx/xx (IP LAN) action=lookup table=main
add src-address=10.22.16.1/28 action=lookup table=ISP-1
add src-address=172.16.29.0/28 action=lookup table=ISP-2
add routing-mark=ISP-1 action=lookup table=ISP-1
add routing-mark=ISP-2 action=lookup table=ISP-2

Setelah menambahkan rule diatas, saya mencoba kembali untuk melakukan pengecekan koneksi melalui perintah ping ke arah dua gateway tersebut dan hasilnya terlihat sebagai berikut:

[admin@mikrotik] > ping 10.22.16.1

HOST                               SIZE TTL TIME  STATUS                 
10.22.16.1                              56  64 1ms  
10.22.16.1                              56  64 2ms  
10.22.16.1                              56  64 0ms  
10.22.16.1                              56  64 0ms  
10.22.16.1                              56  64 0ms  

sent=5 received=5 packet-loss=0% min-rtt=0ms avg-rtt=0ms max-rtt=2ms 

[admin@mikrotik] > ping 172.16.29.1

HOST                                SIZE TTL TIME  STATUS                 
172.16.29.1                              56  64 1ms  
172.16.29.1                              56  64 2ms  
172.16.29.1                              56  64 0ms  
172.16.29.1                              56  64 0ms  
172.16.29.1                              56  64 0ms  

sent=5 received=5 packet-loss=0% min-rtt=0ms avg-rtt=0ms max-rtt=2ms 

Yah, akhirnya semua berhasil terkoneksi dan remote router dari sisi internet juga dapat berjalan, dengan kata lain problem yang saya hadapi telah terpecahkan, kawan bisa melihat hasil akhir dari ip route konfigurasi pada router tersebut :

[admin@mikrotik] > ip route print detail

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, 
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, 
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit 

 0 A S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.22.16.1 
        gateway-status=10.22.16.1 reachable via ether1 check-gateway=arp 
        distance=1 scope=30 target-scope=10 routing-mark=ISP-1 

 1 A S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=172.16.29.1 
        gateway-status=172.16.29.1 reachable via ether2 check-gateway=arp 
        distance=1 scope=30 target-scope=10 routing-mark=ISP-2 

 2 A S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.22.16.1 
        gateway-status=10.22.16.1 reachable via ether1 check-gateway=arp
        distance=1 scope=30 target-scope=10 

 3   S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=172.16.29.1 
        gateway-status=172.16.29.1 reachable via ether2 check-gateway=arp 
        distance=1 scope=30 target-scope=10 

 4 ADC  dst-address=10.22.16.0/28 pref-src=10.22.16.2 gateway=ether1 
        gateway-status=ether1 reachable distance=0 scope=10 

 5 ADC  dst-address=172.16.29.0/28 pref-src=172.16.29.2 gateway=ether2
        gateway-status=ether2 reachable distance=0 scope=10

Demikianlah solusi untuk masalah remote login ke router mikrotik dengan menggunakan dua gateway ISP yang berbeda, mudah-mudahan dapat berguna bagi kawan yang membutuhkannya.

Tinggalkan komentar jika menghadapi kendala, Terima kasih.
Read More...

August 26, 2012

Installasi Mikrotik Pertama Kali

Mikrotik adalah sebuah router yang berbasis linux, jika kawan telah memahami linux, maka tidak akan sulit untuk dapat menjalankan mikrotik sebagai router. Dalam fungsinya, mikrotik dapat bertindak sebagai gateway (router), bgp dan sejenisnya (ospf dan lain-lain), bridge atau bahkan sebagai hotspot, mikrotik juga bisa berfungsi sebagai VPN, tunnel, firewall dan fungsi network lainnya. Mikrotik juga telah tersedia dalam bentuk hard ware (router board) dan software dan dapat ditemukan pada situs www.mikrotik.co.id.

Sebelum berlanjut ke tingkat konfigurasi mikrotik seperti diatas, pada kesempatan ini penulis ingin berbagi cerita bagaimana menginstall mikrotik pada komputer (PC) untuk pertama kali, untuk itu tentu kawan harus mempunyai CD sofwarenya terlebih dahulu. Setelah siap dengan CD booting mikrotik, boot seperti biasa dan kawan akan menjumpai tampilan seperti gambar dibawah :

install mikrotik - 1

Pada gambar diatas terlihat pilihan modul yang terdapat dalam CD software mikrotik, jika kawan ingin mencoba semua modul tinggal tekan huruf "a" untuk memilih semuanya dan lanjutkan dengan menekan huruf "i" untuk memulai proses installasi, setelah itu kawan akan melihat tampilan sebagai berikut:

install mikrotik - 2

Karena kita akan menginstall untuk pertama kali, jadi jawablah "no" pada pertanyaan "keep old configuration", lalu tekan "y" untuk melanjutkan dan proses installasi akan mulai memasukkan file system yang diperlukan (modul yang dipilih di awal proses installasi) dan akan selesai setelah muncul tulisan "Software Installed  Press ENTER to reboot".

Sampai tahap ini proses installasi telah selesai dilakukan, kawan tinggal tekan tombol ENTER untuk me-reboot komputer yang telah berisi mikrotik, setelah komputer hidup akan muncul menu login dan untuk pertama kali kawan tinggal ketik user admin tanpa memasukkan passwod, jelasnya lihat gambar di bawah:

install mikrotik - 3

Dan jika ingin login melalui remote komputer, kawan bisa melakukannya dengan menggunakan winbox, untuk itu bisa mendownload software di http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=winbox-2.2.16.exe

Sebagai informasi tambahan winbox bisa login melalui mac address dan ip address dan juga scan keberadaan router mikrotik didalam jaringan, tinggal kawan saja mengatur bagiamana enaknya.

Mungkin itu yang dapat penulis sampaikan dan jangan ragu untuk meninggalkan komentar.
Terima kasih dan Salam.
Read More...